Jumat , 15 Desember 2017 | LOGIN | Web Fakultas | Web Universitas | Jurnal Agroteknologi    
 
 
 
 
  home Profil pengumuman download mahasiswa alumni dosen matakuliah pkl kontak  
 
 
 

Matakuliah
KKNI

Matakuliah
NON KKNI

Kartu
Rencana Studi
 
MK : Teknologi Biopestisida & Biofertilizer
KKNI - 4 - PGR 1419 - W - 3 (2-1)
 
Dosen : Ir. MOKHAMAD IRFAN M.Sc.   YUSMAR MAHMUD, S.P., M.Si.   JOKO WARINO, S.P., M.Si.
     
Deskripsi :
-Materi matakuliah ini akan membahas tentang pengertian dan ruang lingkup dari biofertilizer yang meliputi : fenomena pengaruh pemupukan kimia terhadap kesuburan tanah, dampak pestisida terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Bahasan biofertilizer mencakup bakteri pemfiksasi nitrogen, Plant Growth Promoting Rizobacteria, peran kompos sebagai biofertilizer, mikoriza, cara produksi dan aplikasi biofertilizer. Bahasan biopestisida meliputi biopestisida hama (predator dan parasitoid), jamur entomopatogen, agen biokontrol dari berbagai bakteri, cendawan, virus dan nematoda, mekanisme penghambatan biokontrol, pestisida nabati dan feromon. Serta beberapa review beberapa jurnal yang berkaitan dengan pemanfaatan biofertilizer dan biopestisida pada tanaman hortikultura, tanaman pangan, tanaman perkebunan maupun hutan tanaman industri. Praktikum diarahkan pada teknik perbanyakan biofertilizer dan selanjutnya diaplikasikan untuk melihat pengaruhnya pada budidaya tanaman pangan (gandum, jagung dan ubi jalar)
     
TIU :
-
 
TM Kompetensi Dasar Pokok Bahasan Indikator Penilaian Strategi / Metode
         
1
Mahasiswa mengetahui :
Ruang lingkup, materi ajar dan silabus matakuliah

 

Pendahuluan Biofertilizer dan Biopestisida

 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Definisi dan arti penting
2. Jenis-jenis dan contoh
3. Kelebihan dan kekurangan
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
2
Mahasiswa mampu : menjelaskan dan meng-analisis permasalahan dampak penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia.
 

Permasalahan umum nutrisi tanah dan penyakit tanaman

 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Permasalahan hara di tanah
2. Kejenuhan tanah akibat pupuk kimia.
3. Manfaat biofertilizer dalam memperbaiki sifat-sifat fisik tanah.
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
3
Mahasiswa mampu : menjelaskan dan meng-analisa peran dan aktifitas bakteri penambat nitrogen
 

Bakteri fiksasi nitrogen

 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Peranan bakteri dalam siklus N di pertanian.
2. Mekanisme pembentukan bintil akar
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
4
Mahasiswa mampu : menjelaskan dan meng-analisis karakter dan perannya bagi budidaya pertanian.
 

Plant Growth Promoting Rhizobacteria
Definisi dan karakterisasi PGPR
Interaksi PGPR dan tanaman.
Peranan PGPR sebagai biofertilizer
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Definisi dan karakter PGPR dalam pemacu pertumbuhan tanaman
2. Interaksi PGPR dan tanaman
3. Peranan PGPR sebagai biofertilizer

 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
5
Mahasiswa mampu : mengerti-menjelaskan dan menganalisis peran kompos dan pembuatannya.
 

Kompos sebagai biofertilizer
Peranan kompos sebagai biofertilizer.
Proses pembuatan kompos
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Peranan kompos sebagai biofertilizer
2. Proses pembuatan kompos
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
6
Mahasiswa mengerti, faham dan mampu menjelaskan pembagian, mekanisme kerja mikoriza dan aplikasinya.
 

Mikoriza
Mutualisme akar dan mikoriza
Endomikoriza
Ektomikoriza
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Interaksi antara mikoriza dengan tanaman.
2. Jenis-jenis dan contoh mikoriza
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
7
Mahasiswa mengerti, faham dan mampu menjelaskan cara produksi dan aplikasi biofertilizer di bidang pertanian
 

Produksi dan aplikasi biofertilizer
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Cara produksi beberapa jenis biofertilizer
2. Aplikasi biofertilizer di bidang pertanian


 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
8
 

UJIAN TENGAH SEMESTER
 
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
9


Mahasiswa mengerti, faham dan mampu menjelaskan biopestisida hama dari jenis predator dan parasitoid.
 

Biopestisida Hama I
Sifat dan Jenis Predator.
Sifat dan Jenis Parasitoid
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Peranan predator dan parasitoid sebagai biopestisida hama
2. Perbedaan sifat antara predator dan parasitoid
3. Mengetahui contoh predator dan parasitoid

 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
10
Mahasiswa mampu menjelaskan, mengana-lisis, dan memahami tentang biopestisida hama dari jenis bakteri, cendawan dan NPV
 

Biopestisida Hama II
Bakteri Entomopatogen
Cendawan Entomopatogen.
NPV (nuclea polyhendrosis virus).
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Mikroba yang berperan sebagai entomopatogen.
2. Contoh entomopatogen sebagai biopestisida pengendali hama
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
11
Mahasiswa mampu menjelaskan, mengana-lisis, dan memahami tentang biopestisida penyakit, jenis, seleksi dan pengembangannya.
 

Biopestisida penyakit (agen antagonis) :
Jenis-jenis Agen Antagonis (bakteri, cendawan, virus, nematoda)
Seleksi dan pengembangan Agen antagonis
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Jenis-jenis agen antagonis (bakteri, cendawan, virus, nematoda)
2. Cara seleksi dan pengembangan Agen antagonis.
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
12
Mahasiswa mampu menjelaskan, mengana- lisis dan memahami Mekanisme pengham-batan Agen Antagonis terhadap penyakit

 

Mekanisme penghambatan Agen Antagonis terhadap penyakit
Parasitisme
Lisis dan antibiosis
Kompetisi
Induksi Ketahanan
 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Beberapa mekanisme penghambatan penyakit oleh agen antagonis.
2. Contoh mikroorganisme yang memiliki mekanisme penghambatan yang berbeda-beda
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
13
Mahasiswa mampu menjelaskan, mengana-lisis, memahami tentang
Pestisida nabati

 

Pestisida nabati
Definisi
Tahapan eksplorasi pestisida nabati
Contoh pestisida nabati
Pengembangan pestisida nabati

 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Definisi dan tahapan eksplorasi pestisida nabati
2. Contoh bahan alam yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati.
3. Potensi pengembangan pestisida nabati
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
14
Mahasiswa mampu menjelaskan, mengana-lisis, memahami tentang Feromon


 

Feromon
Definisi
Tipe dan jenis feromon
Contoh feromon sebagai biopestisida
 
Feromon
Definisi
Tipe dan jenis feromon
Contoh feromon sebagai biopestisida Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Definisi, tipe dan jenis feromon.
2. Contoh feromon yang digunakan sebagai biopestisida
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
15
Mahasiswa mampu menjelaskan, mengana-lisis, memahami tentang pemanfaatan biofertilizer dan biopestisida di bidang pertanian
 

Pemanfaatan Biofertilizer dan Biopestisida
Studi Kasus di Perkebunan /HTI

 
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan mampu memahami :
1. Pemanfaatan biofertilizer dan bioepestisida dalam meningkatkan produk di perkebunan / HTI
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
16
 

UJIAN AKHIR SEMESTER
 
 
1. Orientasi
2. Tanya jawab
3. Diskusi
 
Sumber Bacaan
-Antralina M, Kania D dan J Sanotoso. 2015. Pengaruh Pupuk Hayati terhadap Kelimpahan bakteri Penambat Nitrogen dan Pertumbuhan Tanaman Kina (Cinchona ledgeriana Moens) Klon Cib. 5. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 18 (2), 2015 : 177 185.
2. Wibowo S.T., Hamim dan A.T Wahyudi. 2009. Kandungan IAA, Serapan Hara, Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Dan Kacang Tanah Sebagai Respon Terhadap Aplikasi Pupuk Hayati. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol. 4 No. 3 ; 177-183
3. Salamiah R.W. 2015. Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dalam Pengendalian Penyakit Tungro Pada Padi Lokal Kalimantan Selatan. Pross. Sem Nas Masy Biodiv Indon. Vol. 1 No. 6 ; 1448 -1456.
4. Sutedjo M.M., Kartasapoetra A.G dan RD, S Sastroatmodjo. 1996. Mikrobiologi Tanah. Rineka Cipta, Jakarta.
5. Pelczar M.J dan E.C.S. Chan. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi, jilid 2. Terj. : Hadioetomo R.S., Imas T., Tjitrosomo S.S. dan S.S Angka. UI Press, Jakarta.
6. Danang R.S.P, 2014. Eksplorasi dan Isolasi Bakteri Rhizobium dari Bintil Akar Tumbuhan Leguminosa di Lahan Gambut Kampus UIN Suska Riau. Skripsi, Agroteknologi UIN Suska Riau.
7. Rahni N.M. 2012. Efek Fitohormon PGPR Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays). Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. Vol. 3 No. 2 : 27 - 35
8. Prayogo Y. 2006. Upaya Mempertahankan Keefektifan Cendawan Entomopatogen Untuk Mengendalikan Hama Tanaman Pangan. Jurnal Litbang Pertanian 35 (2) ; 47-54
9. Ardiyati A.T., Mudjiono G dan T Himawan. 2015. Uji Patogenitas jamur Entomopatogen Beuveria bassiana (Balsamo) Vuillemin pada Jangkrik (Gryllus sp) (Orthoptera : Gryllidae). Jurnal HPT Vol. 3 No. 3 : 43-51
10. Wicaksono A.P., Abadi A.L dan A Afandhi. 2015. Uji Efektifitas Metode Aplikasi Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana (Bals) Vuillemin Terhadap Pupa Bactrocera carambolae Drew & Hancock (Diptera : Tephritidae). Jurnal HPT Vol. 3 No. 2 : 39-49
11. Sari F.A. 2015. Potensi Actinomycetes Dalam Menghambat Pertumbuhan Ralstonia solanacearum (Penyebab Penyakit Layu Bakteri) Pada Tanaman Eucalyptus sp. Skripsi, Agroteknologi UIN Suska Riau.
12. Novianti R. 2015. Potensi Cendawan Endofit Asal Akar Acacia crassicarpa Dalam Menghambat Patogen Fusarium sp. dan Botryodiplodia sp. Skripsi, Agroteknologi UIN Suska Riau.
13. Suroto A. 2015.Potensi Cendawan Endofit Asal Akar Acacia crassicarpa Dalam Menghambat Patogen Fusarium sp. dan Botryodiplodia sp. Skripsi, Agroteknologi UIN Suska Riau.
14. Berlian I, Setyawan B dan H Hadi. 2013. Mekanisme Antagonisme Tricoderma spp Terhadap beberapa Patogen Tular Tanah. Warta Perkaretan, 32 (2) ; 74-82.
15. Asrul. 2009. Uji Daya Hambat Jamur Antagonis Trichoderma spp dalam Formulasi Kering Berbentuk Tablet Terhadap Luas Bercak Phytophtora palmivora pada Buah Kakao. Jurnal Agrisain 10 (1) ; 21-27.
16. Dewi T.K., Arum E.S., Imamuddin H dan S Antonius. 2015. Karakterisasi Mikroba Perakaran (PGPR) Agen Penting Pendukung Pupuk Organik Cair. Jurnal Biodiversitas. Vol. 8 No. 2 : 289 295.
17. Rahmat S. 2007. Aktifitas Fosfatase dan Pelarutan Kalsium Fosfat oleh Beberapa Bakteri Pelarut Fosfat. Jurnal Biodiversitas. Vol. 8 No. 1 : 23-26
18. Pratiwi D. E. 2008. Karakterisasi Komponen Minor Feromon Agregat Kumbang Hama Kelapa Rhynchophorus ferrugineus. Jurnal Chemika Vol. 10, No. 2 : 2008.
19. Haryati Y dan A Nurawan. 2009. Peluang Pengembangan Feromon Seks dalam Pengendalian Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua) pada Bawang Merah. Jurnal Litbang Pertanian, 28 (2) : 72-77.
20. Putra G.N.G.D., Sudiarta I.P., Dharma I.P., Sumiartha K dan R Srinivasan. 2013. Pemantauan Populasi Iimago Spodoptera litura dan Helicoverpa armigera Menggunakan Perangkap Seks Feromon. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. Vol. 2 No. 1 : 56-61.
21. Susanto A. 2003. Uji Keefektifan Feromon Seks Serangga Penggerek Umbi Kentang, Phthorimae operculella Zell di Laboratorium dan Lapangan. Jurnal Bionatura. Vol. 5 No. 1 : 1- 10.
22. Hasyim A., Setiawati W dan R Murtiningsih. 2013. Perilaku Memanggil Ngengat Betina dan Evaluasi Respons Ngengat Jantan terhadap Ekstrak Kelenjar Feromon Seks pada Tanaman Cabai Merah. J. Hort 23 (1) ; 72-79.
23. Sanjaya Y. 2008. Pengujian Feromon Seks Pada lalat Hijau Lucillia sericata Meigen (Diptera : CALLIPHORIDAE). Jurnal Bionatura. Vol. 10 No. 1 : 49-57.
24. Nurawan A. 2011. Kajian Penggunaan Seks Feromon untuk Mengendalikan Hama Ulat Bawang Merah (Spodoptera exigua). Semnas Pesnab IV, Jakarta. 145-154.
25. Hendarsih s dan N Usyati. 1999. Perangkap Feromon Seks Untuk Penggerek Batang padi Kuning Scirpophaga incertulas. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. Vol. 5 No. 2 : 77-82.
26. Promosiana A, Indartiyah N, Tahir M, Watini L, Hartono B, Martha D, Tobing P.L, Hermami A dan J. Waludin. 2014. Tanaman Biofarmaka sebagai Biopestisida.
27. Asmaliyah, Wati H. E. E., Utami S, Mulyadi K, Yudistira dan F. W Sari. 2010. Pengenalan Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati dan Pemanfaatannya Secra Tradisional. Kemenhut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktifitas Hutan.
28. Andoko, A. 2008. Budidaya Padi Secara Organik. Seri Agribisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.
29. Harjono, I. 1999. Sistem Pertanian Organic. Penerbit Aneka Solo.
30. Arneti, 2012. Pemanfaatan Pestisida Botani Dalam Perlindungan Tanaman. Makalah seminar yang disampaikan pada seminar 09 Desember 2012. Di Hotel Ibis, Pekanbaru.
31. Irfan M. 2010. Uji Aktifitas Pestisida Nabati Secara In Vitro. Jurnal Agroteknologi Vol.1 No. 1. Agustus 2010.
32. Daulay A.P. 2015. Eksplorasi Jamur Mikoriza Vesikular Albuskular (MVA) pada Daerah Perakaran Tumbuhan di Lahan Gambut. Skripsi, Agroteknologi UIN Suska Riau.
33. Saputra M.A. 2016. Kelimpahan dan Keanekaragaman Serangga yang Berpotensi sebagai Parasitoid di Areal Hutan Tanaman Industri (HTI). Skripsi, Agroteknologi UIN Suska Riau.
 
 
Untitled Document
 
KONTAK
 
Prodi Agroteknologi, Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 18 Simpang Baru Panam Pekanbaru 28293
Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 18 Simpang Baru Panam Pekanbaru 28293
prodi@agrotekuin.com
www.agrotekuin.com
     
INFORMASI PENGUNJUNG
 
 Hari ini 58
 Bln ini 1,643
Total Kunjungan 457,821
 
  All Rights Reserved. Created 2011. Revisi 2016.
  Developed by Irsyadi Siradjuddin