Jumat , 15 Desember 2017 | LOGIN | Web Fakultas | Web Universitas | Jurnal Agroteknologi    
 
 
 
 
  home Profil pengumuman download mahasiswa alumni dosen matakuliah pkl kontak  
 
 
 

Matakuliah
KKNI

Matakuliah
NON KKNI

Kartu
Rencana Studi
 
MK : Teknologi Benih
KKNI - 3 - PGR 1309 - W - 3 (2-1)
 
Dosen : INDAH PERMANASARI, S.P., M.P.   SYOFIA ASRIDAWATI, S.P., M.Si.   WAHYUDI NARULLOVA, SP., MP
     
Deskripsi :
Matakulaih ini mempelajari tentang pengertian benih, falsafah perbenihan, proses pembentukan biji, mutus benih (genetic, fisik dan fisiologis), produksi benih, perkecambahan benih dan pengujiannya, dormansi dan pematahan dormansi benih, penyakit benih, penyimpanan dan pengemasan benih, sertifikasi benih.
     
TIU :
Setelah mengikuti mata kuliahn ini mahasiswa diharapkan dapat memahami tentang konsep benih tentang struktur biji, pemungutan biji, cara-cara pengujian benih, pematahan dormansi benih, penyimpanan dan pengemasan, penyakit benih, cara-cara sertifikasi benih serta kelembagaan perbenihan.
 
TM Kompetensi Dasar Pokok Bahasan Indikator Penilaian Strategi / Metode
         
1
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami:
Kaitan benih dengan Al Qur’an; pengertian benih serta Pengadaan dan klasifikasi benih
 

- Perspektif benih dalam Al-Qur’an
- Pengertian benih dan batasannya
- Pengadaan dan klsifikasi benih
 
Kedalaman pemahaman mahasiswa terhadap pengertian, batasan dan klasifikasi benih serta sistematika jawaban yang diberikan
 
Colaborative Learning (CL)
2
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami Struktur bunga, Proses penyerbukan dan Pembentukan gaamet jantan dan betina
 

- Struktur bunga
- Proses penyerbukan
- Pembentukan gamet jantan dan betina
 
Kedalaman pemahaman mahasiswa dan ketepatan menjawab

 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
3
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami hubungan buah dan biji serta Struktur biji
 

- Hubungan buah dan biji
- Struktur biji
 
Mendeskripsikan hubungan buah dan biji serta menganalisa struktur biji
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
4
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami cara-cara pemungutan benih dan aspek dalam pengeringan benih
 

- Cakupan benih
- Pemungutan produksi
- Aspek pengeringan benih

 
Penjelasan dan penguasaan cara-cara pemungutan benih dan aspek dalam pengeringan benih
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
5
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami pengertian Perkecambahan Benih; Faktor-faktor yang mempengaruhi, proses serta tipe perkecambahan
 

- Pengertian perkecambahan benih
- Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih
- Proses perkecambahan
- Tipe perkecambahan
 
Kedalaman pemahaman mahasiswa terhadap Perkecambahan Benih; Faktor-faktor yang mempengaruhi, proses serta tipe perkecambahan

 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
6
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui cara-cara memproduksi benih dan cara pemungutan hasil panen yang akan digunakan sebagai benih.
 

- Produksi benih
- Pemungutan hasil benih
 
Kebenaran dan kelengkapan produksi benih pemungutan dan hasil benih

 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
7
Setelah mempelajari bab tentang dormansi benih ini, maka diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang pengertian, macam-macam-macam dan cara pemecahan dormnasi benih.
 

- Pengertian dormansi
- Macam-macam dormansi
- Cara pemecahan dormansi benih
 
Kebenaran dan ketepatan tugas
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
8
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
 

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS
 
-
 
-
9
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui tentang pengertian pengujian benih baik pengujian mutu fisik maupun fisiologis benih.
 

- Pengertian pengujian benih
- Pengujian mutu fisik benih
- Pengujian mutu fisiologi
 
Pemahamanmahasiswadanjawaban yang sistematisdaripertanyaan yang diberikan
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
10
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami sejarah dan tujuan penyimpanan; pengertian dan perbedaan benih orthodok dan rekalsitran; factor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan benih serta hubungan kadar air benih dan kelembaban nisbi udaraterhadap penyimpanan benih; persyaratan ruang simpan benih yang sesuai; macam-macam pengemasan benih dan penanganan benih saat penimbangan dan pengemasan.
 

- Sejarah dan tujuan penyimpanan benih
- Benih orthodok dan rekalsitran
- Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan benih
- Hubungan antara kadar air benih dengan kelembaban nisbi udara
- Persyaratan ruang simpan benih
- Pengemasan benih
- Penanganan benih saat penimbangan dan pengemasan
 
Kedalamandanpemahamanmateri yang diberikansertajawaban yang sistematisdaripertanyaan yang diberikan.
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
11
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian penyakit benih; mekanisme perpindahnnya; macam-macam cendawan dan tipe pemindahan cendawan, vector, faktor-faktor yang mempegaruhi perkembang serta , pencegahan pemindahan pathogen; dan perlakuan pada benih.
 

- Pengertian penyakit benih
- Mekanisme perpindahan pathogen melalui benih
- Cendawan pada benih
- Tipe-tipe pemindahan phatogen melalui benih
- Vektor dan carier/pembawa
- Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pathogen pada benih
- Pencegahan pemindahan pathogen melalui benih
- Perlakuan (Perawatan) pada benih

 
Kedalamanmemahamimateri yang diberikandankemampuandalammengidentifikasimasalahpenyakit benihdan cara pencegahannya.
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
12
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami pengertian, persyarataan, dasar hukum prosedur dan faktor pembatas sertifikasi benih
 

- Pengertian sertifikasi benih
- Peran sertifikasi benih
- Beberapa persyaratan demi keberhasilan sertifikasi benih
- Dasar hukum sertifikasi benih
- Prosedur sertifikasi benih
- Faktor pembatas sertifikasi benih


 
Kedalamanmemahamimateri yang diberikandankemampuandalammenganalisissertifikasi benih
 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
13
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan memahami kelembagaan perbenihan yang ada di Indonesia
 

- Pengertian
- Badan Benih Nasional (BBN)
- Lembaga Penelitian
- Balai Benih
- Balai Pengawasan Benih dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Dinas Pertanian
- Kelembagaan produsen dan pemasaran

 
Kedalamanpemahamanmahasiswaterhadap kelembagaan perbenihan yang ada di Indonesia

 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
14
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan memahami kelembagaan perbenihan yang ada di Indonesia
 

Lanjutan Kelembagaan Perbenihan
 
Kedalamanpemahamanmahasiswa dan ketepatan tugas

 
Student centre Learning (SCL), Contextual Instruction(CI)
15
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan memahami kelembagaan perbenihan yang ada di Indonesia
 

Lanjutan Kelembagaan Perbenihan
 
Kedalamanpemahamanmahasiswa dan ketepatan tugas
 
Student centre Learning (SCL),Contextual Instruction(CI)
16
-
 

UJIAN AKHIR SEMESTER
 
-
 
-
 
Sumber Bacaan
Anonim. 2005. Evaluasi Kecambah. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Perbenihan. Balai Penelitian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Jakarta.
Anonim. 2005. Revisi Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Laboratorium dan Metode Standar. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Perbenihan. Balai Penelitian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Jakarta. 254 hal.
Bell, A. D. 1991. Plant From: An Ilustrated Guide to Flowering Plant Morphology. Oxford University Press, London.
Bendre, A. and Kumar, A. 1990. A Text Book of Practical Botany (vol. 2). Rastegi Publication, Maerut.
Bewley, J.D and Black. 1985. Seeds : Physiology of Development and Germination. Plenum Press. New York and London. 367 p.
Bewley, J.D., K, Bradford., H. Hilhorst., dan H. Nonogaki. 2013. Physiology of Development, Germination and Dormancy, 3rd Edition. Springer. 392 p.
Copeland, L.O. dan M.B. McDonald. 1985. Principles of Seed Science and Technology. Macmillan Publishing Compny. New York. 321 p.
Devlin, R.M. and Witham. 1983. Plant Physiology. 4th ed. Willard Grand Press. Boston. 154-169 p.
Fitter, A.H. dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 421 p.
Gardner, F.P., R.B. Pearce and R.L. Mitchell. 1985. Fisiologi Tanaman Budidaya. Gadjah Mada Press.
Kamil, J. 1986. Teknologi Benih. Angkasa Raya. Padang.
Kartasapoetra, A.G. 2003. Teknologi Benih Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Edisi Baru. Rineka Cipta, Jakarta. 188 hal.
Kepmentan No. 538/1976 tentang Tim Pembinaan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih (TP2S).
Kepmentan No. 1100.1/Kpts/KP.150/10/1999 jo. 361/Kpts/KP.150/5/2002 tentang Pembentukan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Kepmentan No. 550/Kpts/OT.140/9/2004 tentang Pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Pertanian.
Keppres No. 27/1971 tentang Badan Benih Nasional.
Keppres No. 72/1971 tentang Pembinaan, Pengawasan Pemasaran dan Sertifikasi Benih Permentan No. 39/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Produksi, Sertifikasi dan Peredaran Benih Bina.
Levitt, J. 1980. Responses of Plants to Environmental Stress. Vol. II. Academic Press. New York. 282 p.
Pandey, S.N. and B.K. Sinha. 1981. Plant Physiology. 3rd Revised Ed. Vikas Publ. House. PVT. Ltd. New Delhi. 582 p.
Permentan No. 37/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Pengujian, Penilaian, Pelepasan dan Penarikan Varietas.
PP No. 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah,Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Salisbury, F.B and C.W. Ross. 1992. Plant Physiology. 4th. Ed. Wadsworth Publ. Co. California. 290 p.
Steadman, K.J. 2004. Dormancy Release During Hydrated Storage in Lolium rigidum Seeds is Dependent on Temperature, Light Quality, and Hydration Status. Journal of Experimental Botany, 5(398):920-937.
Stoskopf, N.C. 1981. Understanding Crop Production. Reston Publishing Company. Inc. Virginia. 433 p.
Sutopo, L. 2004. Teknologi Benih. Edisi Revisi. Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
UU No. 29/2000 tentang Perlindungan Varietas TanamanUU No. 32/2004 tentang Pemerintahan DaerahPP No. 44/1995 tentang Perbenihan TanamanPP No. 13/2004 tentang Penamaan, Pendaftaran dan Penggunaan Varietas Asal untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial.
Widajati, E., E.R. Palupi., E. Murniati., T.K. Suharsi., A. Qadir dan M.R. Suhartanto. Diklat Kuliah dan Penuntun Praktikum Dasar Ilmu dan Teknologi Benih. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB. 131 hal.
Wilkins, M.B. 1984. Advanced Plant Physiology. Pitman. Publishing. Inc. Plain Street. Mrrshfield, Massachucetts. London.
Tjitrosomo, S.S. 1985. Botani Umum I. Angkasa. Bandung.
Widajati, E; E.R. Palupi; E. Murniati; T.K. Suharsi; A. Qadir dan M.R. Suhartanto. Diklat Kuliah dan Penuntun Praktikum Dasar Ilmu dan Teknologi Benih. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB. 131 p.
 
 
Untitled Document
 
KONTAK
 
Prodi Agroteknologi, Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 18 Simpang Baru Panam Pekanbaru 28293
Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 18 Simpang Baru Panam Pekanbaru 28293
prodi@agrotekuin.com
www.agrotekuin.com
     
INFORMASI PENGUNJUNG
 
 Hari ini 57
 Bln ini 1,642
Total Kunjungan 457,820
 
  All Rights Reserved. Created 2011. Revisi 2016.
  Developed by Irsyadi Siradjuddin